China Bakal Ambil Alih Alibaba dan Ant Group, Apa Alasannya?

Lifepod.id - Muncul indikasi dimana pemerintah China memiliki rencana untuk mengambil alih perusahaan Alibaba dan Ant Group dari Jack Ma.

China Bakal Ambil Alih Alibaba dan Ant Group, Apa Alasannya?
Img. Potret gedug utama LAibaba Campus yang terletak di distrik Xixi, Hangzhou, China | Kompas/Yoga Sukmana

 

Hal ini dikutip dari IB Times, Jumat (08/01), adanya partai komunis yang punya kuasa di China melakukan penyelidikan anti monopoli terhadap e-commerce Alibaba serta Ant Group.

“Berdasarkan informasi yang diterima oleh Administrasi Negara untuk regulasi Pasar dalam beberapa hari terakhir, pemerintah akan menyelidiki Alibaba karena dugaan monopoli,” tulis pernyataan pemerintah China.

Ternyata tak hanya Alibaba saja, penyelidikan juga dilakukan terhadap media sosial raksasa Tencent serta e-commerce Meituan.

Menurut Song Qing, salah satu pihak didalam industri keuangan internet, penyelidikan anti-monopoli menunjukkan bahwa mereka kemungkianan akan mengambil alih Alibaba juga Ant Group.

“Nanti pasti ada hasilnya, sekarang mereka sedang melakukan penyelidikan… (tindakan) itu mungkin datang dari level tertinggi (partai),” jelas Song Qing kepada Radio Free Asia.


Baca juga: Perkeruh Kerusuhan, Twitter Kunci Akun Donald Trump


“Beberapa pekan lalu, mereka telah merencanakan untuk mengambil alih Ant Group dan Alibaba; waktunya jelas disengaja… Semua rencana datang dari pimpinan pusat.” ungkap Qing kemudian.

Tindakan ini seolah menegaskan bahwa pemerintah China memberikan ‘peringatan tegas’ untuk Alibaba.

“Pengambilalihan ini pasti terjadi, dan [penyelidikan anti-monopoli] mungkin akan mempercepat proses itu.. Hal itu juga, menurut saya, sengaja untuk memberikan pelajaran (bagi Ant dan Alibaba).” pungkas Qing.

 

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Pendukung Trump di Washington, Satu Orang Tewas Tertembak

 

Sempat jadi perbincangan publik tentang absennya pemilik Alibaba, Jack Ma, dari muka publik. Ada yang mengatakan jika Jack Ma ditahan oleh pemerintah Tiongkok.

Menghilangkan Jack Ma tepat setelah ia muncul dan mengkritik kebijakan pemerintah Tiongkok pada Oktober 2020 lalu.