Ini Penyebab Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga INKA Minta Maaf

Lifepod.id - Dua rangkaian kereta atau trainset Light Rail Transit (LRT) Jabodebek mengalami tabrakan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10) siang.

Ini Penyebab Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga INKA Minta Maaf

Kejadian ini menjadi topik pembicaraan warganet setelah salah satu akun Instagram mengunggah kejadian tersebut.

Masih dalam tahap uji coba

Juru Bicara Kementerian Perhubungan RI, Adita Irawati membenarkan peristiwa tabrakan kereta LRT di Kawasan Cibubur.  Adita mengatakan, kejadian itu terjadi saat proses uji coba yang dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (PT INKA).

Hal serupa pun disampaikan Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto. Farid mengatakan, uji coba merupakan ranah INKA, sedangkan pihaknya merupakan penyedia prasarana.

Tabrakan diduga karena Human error

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro menduga tabrakan kereta LRT di Kawasan Cibubur disebabkan akibat human error, karena masinis kereta melakukan proses langsir terlalu cepat.

Adapun langsir merupakan proses pergerakan rangkaian kereta, khususnya gerbong dan lokomotif, untuk berpindah jalur rel.

Budi menjelaskan, kecelakan terjadi antara trainset (rangkaian kereta) LRT nomor 20 dan trainset nomor 29 di antara Stasiun Ciracas dan Stasiun Harja Mukti atau sekitar Cibubur.

Namun, untuk tahu penyebab pastinya kecelakaan LRT yang diuji coba, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi.

Masinis luka ringan

Menurut Dirut PT INKA tabrakan yang terjadi tidak memakan korban jiwa karena tidak ada penumpang dalam LRT, namun ada 1 korban luka ringan, yakni masinis kereta. 

Puguh Dwi Tjahjono, General Manager Sekretaris Perusahaan PT INKA menyebut, kondisi sang masini mengalami trauma. Saat ini masinis masih menjalani perawatan di rumah sakit.

PT INKA siap memperbaiki dua kereta LRT yang rusak akibat tabrakan

Budi Noviantoro mengatakan, dua kereta LRT yang rusak akan dibawa ke Madiun setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai menginvestigasi penyebab kecelakaan.

Budi menyatakan, kerusakan terjadi pada kabin kedua kereta LRT. Seluruh biaya perbaikan kereta LRT pun sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT INKA. Belum dipastikan jumlah anggaran yang harus dikeluarkan untuk perbaikan kerusakan LRT tersebut.

Menurutnya, PT INKA masih memiliki beberapa komponen cadangan di pabriknya. Namun jika mengalami kekurangan, PT INKA siap membeli komponen yang diperlukan.

Atas kejadian itu pula, Budi selaku Dirut PT INKA meminta maaf kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Juga minta maaf kepada pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan LRT Jabodetabek.

Untuk diketahui, LRT Jabodetabek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Kontrak pengadaan LRT Jabodetabek senilai Rp 3,9 trilyun ini ditandatangani sejak 18 Januari 2018 antara PT INKA (Persero) dengan PT KAI (Persero).

Susunan satu trainset berupa enam kereta dengan empat kereta berpenggerak dan dua kereta tidak berpenggerak. Satu trainset tersebut dapat mengangkut 740 penumpang saat kondisi normal dan 1.300 penumpang saat kondisi okupansi maksimum.

Baca Juga :