Kejahatan di Indonesia Turun 4,32% Saat PSBB Pandemi Covid-19

Lifepod.id — Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Argo Yuwono mengungkapkan bahwa total jumlah kejahatan di Indonesia pada pekan ke-15 tahun ini turun menjadi 3.413 kasus dari pekan sebelumnya sebanyak 3.567 kasus. "Artinya ada penurunan sebanyak 4,32 persen terhadap kasus kejahatan tersebut untuk minggu ke-14 dan minggu ke-15 ini," jelas Argo Yuwono dalam konferensi pers secara online, Kamis (16/4).

Kejahatan di Indonesia Turun 4,32% Saat PSBB Pandemi Covid-19
Ilustrasi : Pixabay
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Argo Yuwono mengungkapkan bahwa total jumlah kejahatan di Indonesia pada pekan ke-15 tahun ini turun menjadi 3.413 kasus dari pekan sebelumnya sebanyak 3.567 kasus. "Artinya ada penurunan sebanyak 4,32 persen terhadap kasus kejahatan tersebut untuk minggu ke-14 dan minggu ke-15 ini," jelas Argo Yuwono dalam konferensi pers secara online, Kamis (16/4).

Kendati demikian, Argo tidak merinci kejahatan apa saja yang dicatat Polri dalam dua pekan terakhir. Argo menambahkan jumlah pelanggaran aturan PSBB di mencapai lebih dari 6 ribu pelanggaran. Dengan detil, 4.498 kasus tidak menggunakan masker, 1.756 kasus kendaraan roda empat yang melebihi kapasitas 50%; dan 607 kasus pengemudi kendaraan roda dua yang berboncengan tidak satu alamat.

Baca Juga : Corona Segera Lenyap Akhir 2020, Pariwisata akan Booming 2021

Polisi bersama TNI juga telah menurunkan personel di wilayah penyangga ibu kota,seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk penegakan aturan PSBB. Ia menjelaskan orang yang melanggar aturan PSBB di Jakarta dan sekitarnya akan diberi peringatan dan sanksi sosial oleh petugas."Namun perlu dipahami bahwa teguran berbeda dengan tilang ya. Karena teguran tertulis tidak ada denda dan sanksi yang mengikat. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19," jelas Argo.

Argo juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga jarak dan jika tidak ada hal penting tidak perlu untuk keluar rumah hal ini wajib dilakukan karena akan memutus rantai penyebaran wabah vrus corona. Ia juga meminta masyarakat tidak menolak jenazah positif Covid-19 karena ada ancaman pidana bagi yang menolak.