Megenal Corona Varian Kappa yang Sudah Ditemukan di Jakarta

Lifepod.id - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Subandrio melaporkan jika virus Corona varian Kappa (B1617.1) ditemukan di DKI Jakarta..

Megenal Corona Varian Kappa yang Sudah Ditemukan di Jakarta

 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Subandrio melaporkan jika virus Corona varian Kappa (B1617.1) ditemukan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Varian virus Corona ini termasuk salah satu varian yang berasal dari India. 

"Ditemukan satu di Sumsel dan satu di DKI," kata Amin.

 

Apa itu Corona Varian Kappa?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Corona varian Kappa dalam kelompok variant of interest (VoI). Artinya varian Kappa terindikasi memiliki perubahan terkait sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, dan kemampuan virus dalam menghindari imunitas sehingga perlu diteliti lebih jauh. 

Hingga saat ini banyak hal yang belum diketahui terkait varian Kappa. Menurut ahli ini karena penyebarannya yang kalah bila dibandingkan dengan varian Delta.

"Kami tidak terlalu banyak tahu soal varian Kappa karena varian ini kurang lebih kalah di India dan Inggris, digantikan oleh varian Delta," komentar epidemiolog dari Australia, Mike Toole.

"Jadi kita seperti hilang kesempatan untuk mempelajari varian Kappa. Tapi, kami berpikir kemampuan menular varian ini setidaknya sama seperti varian Alpha yang dari Inggris," lanjut Mike.

Saat ini sudah ada 27 negara yang mengidentifikasi keberadaan varian Kappa diantaranya Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan Australia.

Beruntungnya vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna telah terbukti efektif melawan Corona varian Kappa. Hal ini telah diteliti oleh Public Health England (PHE) menyebut vaksin AstraZenecca dan Pfizer yang menyatakan vaksin-vaksin tersebut mampu mencegah mencegah kasus COVID-19 varian ini sampai 90 persen. 

 

Baca juga: Sholat Jumat di Masjid Jakarta Ditiadakan hingga 5 Juli 2021

Baca juga: PPKM Jakarta 22 Juni-5 Juli Diperketat: Banyak Sektor Publik Kembali Ditutup