Angka COVID-19 Tak Kunjung Turun, PSBB DKI Jakarta Berpotensi Diperpanjang

Lifepod.id - Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta menyebut ada kemungkinan besar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta diperpanjang lagi.

Angka COVID-19 Tak Kunjung Turun, PSBB DKI Jakarta Berpotensi Diperpanjang
Img. Potensi PSBB ketat di DKI Jakarta kembali diperpanjang bila kasus positif tak kunjung menurun | Bisnis/Nancy Junita

 

Hal ini dilakukan bila kasus COVID-19 di DKI Jakarta tak berkurang.

“Tanggal 25 (Januari) ada penurunan enggak setelah PSBB ketat ini? Kalau enggak, kita akan perpanjang lagi karena besar sekali ini (kasus positif di Jakarta),” ungkap Prasetio di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/01).

Selain itu, karena tempat isolasi yang tersedia semakin penuh, Prasetio juga mengusulkan untuk menambah hotel yang digunakan sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19.

“Mereka bisa menerima kok dan membantu ekonomi juga. Saya melihat kondisi seperti ini saya mengajukan kepada Pak Gubernur,” ujar Prasetio.

Selain itu, Politikus PDIP tersebut meminta masyarakat agar lebih patuh menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19,

“Saya juga minta masyarakat sadar diri, lah. Istilahnya sekarang ini ikuti aturan dulu, karena masalahnya kasus makin bertambah,” ujarnya.

Tidak hanya masyarakat saja, Prasetio juga menghimbau agar perusahaan atau perkantoran mematuhi ketentuan selama PSBB ketat ini berlangsung.

“25 persen di kantor itu harus dijalankan. Enggak bisa enggak, kalau enggak, terus meningkat akhirnya masyarakat sendiri yang rugi,” ucapnya.

 

Baca juga: PSBB Ketat di DKI Jakarta Kembali Berlaku, Begini Aturan Lengkapnya!

 

Keputusan PSBB ketat kembali diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama dua pekan yang berlangsung mulai dari tanggal 11 Januari lalu selama 2 minggu. 

Keputusan ini diambil sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

Angka kasus positif COVID-19 di Jakarta yang terus melonjak naik hingga per hari Senin (18/01) berhasil tembus 229.726 kasus. Sebanyak 204.711 dinyatakan sembuh sedangkan 3.815 meninggal dunia.

 

Baca juga: Macet Turun Drastis, DKI Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia