Tarif KRL Tidak Naik, Tapi Orang Kaya Bayar Lebih Mahal

Lifepod.id - Sebelumnya ada kabar bahwa tarif KRL akan naik jadi 5000, tapi kini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ada kemungkinan penumpang dengan kategori mampu atau 'kaya' akan membayar tarif mencapai Rp 10.000-15.000.

Tarif KRL Tidak Naik, Tapi Orang Kaya Bayar Lebih Mahal
Foto: Rafael Atantya/Unsplash

Tarif KRL Commuter Line bakal diubah sistemnya tahun depan atau 2023. Harga tiket KRL akan dinaikkan khusus untuk masyarakat yang ekonominya tergolong mampu alias 'orang kaya'. Hal ini agar pemberian subsidi untuk tarif KRL bisa tepat sasaran.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyesuaikan skema subsidi public service obligation (PSO) terkait tarif KRL.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan pada 2023, subsidi PSO tarif KRL akan lebih diutamakan bagi masyarakat miskin. Jadi, untuk kategori kurang mampu tarifnya akan tetap sama. 

"Tetapi nanti [pembayaran] pakai kartu. Saya yakin punya kartu semua, jadi nanti yang sudah berdasi, kemampuan finansialnya tinggi, harus bayar [lebih tinggi]. Kalau yang average, sampai 2023 kita rencanakan tidak naik," kata Menhub saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 dan Outlook Kegiatan 202

Budi Karya mengatakan bahwa tarif KRL asli yang tanpa subsidi PSO bisa mencapai Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Dengan adanya subsidi, maka tarif KRL dasar menjadi Rp3.500. 

Jadi ada kemungkinan penumpang dengan kategori mampu akan membayar tarif sesuai aslinya. Jika melihat pada pernyataan Menhub, maka tarif untuk golongan penumpang mampu atau orang kaya bisa mencapai Rp10.000-15.000.

Meski demikian, Budi Karya masih belum merinci secara pasti berapa tarif KRL yang akan dipatok nanti untuk masyarakat mampu. Dia cuma mengatakan pemerintah yang akan menentukan mana golongan masyarakat mampu dan mana yang perlu disubsidi.

Disisi lain, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal menyebut, alokasi subsidi PSO KRL akan didasarkan pada data yang sudah ada, misalnya dari data Kementerian Dalam Negeri. Hal tersebut dilakukan guna memastikan subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran. 

"Artinya, [tarif] ini tidak naik, tetapi nantinya kita pakai data yang ada di Kemendagri. [Bagi] yang kaya bayar sesuai aslinya, yang nanti, mohon maaf, miskin dan kurang mampu nanti dapat subsidi," jelasnya. 

Meski demikian, Risal belum menjelaskan secara detail kapan penyesuaian skema PSO KRL tersebut akan direalisasikan. Dia targetkan skema subsidi tersebut bisa dilakukan pada kuartal II/2023. 

"Kuartal kedua [2023] kali ya, kami upayakan paling lambat di pertengahan semester kayaknya. Sekitar itu, setelah kegiatan peresmian-peresmian. Kalau bisa kami percepat, ya kami percepat," lanjutnya.

Sumber: [1][2]

Baca Berita dan Artikel yang lain :