Banjir Bandang Melanda Flores Timur, Proses Evakuasi Alami Kendala

Lifepod.id - Beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur diterjang banjir hingga menyebabkan tanah longsor kemarin, Minggu (04/04/2021) dini hari. Sebanyak 55 orang dinyatakan tewas akibat bencana ini.

Banjir Bandang Melanda Flores Timur, Proses Evakuasi Alami Kendala
Img. Kondisi dari Flores Timur yang dilanda banjir bandang dan tanah longsor, Minggu (04/04/2021) | AP/Ola Adonara

Angka kematian ini dikonfirmasi oleh Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon. “Kondisi terakhir, sebanyak 55 orang meninggal,” ujarnya, kemarin malam.

Longsor terparah terjadi di beberapa desa disana, yakni di Desa Nelelamadiken yang menyebabkan 35 orang meninggal dan 19 hilang, Kecamatan Ile Boleng, dan Kabupaten Flores Timur.

Adapun daerah lainnya yang dilanda banjir, seperti Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado, serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Peristiwa banjir ini disebabkan oleh hujan dengan durasi yang cukup lama disertai angin kencang sejak hari Sabtu hingga Minggu kemarin. Hujan deras juga menyebabkan beberapa pohon tumbang.

Tak hanya pohon saja, namun kerusakan parah juga terjadi di rumah-rumah warga hingga menghanyutkan kendaraan, barang berharga, serta terputusnya akses jembatan akibat kejadian ini.

 

Proses evakuasi korban jiwa alami kendala

Keterbatasan peralatan menjadi penghambat dari proses pencarian korban banjir dan tanah longsor di lokasi kejadian. Bahkan hingga saat ini, warna masih melakukan pencarian korban secara mandiri.

“Kita kesulitan alat berat sehingga pencarian korban jadi lambat, karena alat berat yang ada saat ini sudah dievakuasi ke wilayah Kecamatan Ile Boleh yang juga terjadi banjir dan tanah longsor,” jelas Camat Adonara Timur, Daminasus Wuran, Minggu (04/04/2021).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih banyak korban yang diduga masih belum ditemukan, sehingga data jumlah korban kematian bisa saja bertambah.

“BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lokasi pengungsian, Raditya mengatakan jika pihaknya akan menyiapkan sebanyak 10 ribu kit tes antigen di wilayah Flores Timur.

Rapid test antigen 10 ribu test kit,” ujar Raditya.

BNPB tetap memprioritaskan protokol kesehatan selama menanggulangi bencana banjir di Flores meskipun dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

 

Baca juga: Kronologi Aksi Penyerangan Terorisme Mabes Polri oleh ZA

Baca juga: GeNose Dapat Dipakai sebagai Syarat Naik Pesawat, Berikut Ketentuannya