Jokowi Resmi Lantik Mendikbud Ristek, Menteri Investasi, dan Kepala BRIN

Lifepod.id - Presiden RI Joko Widodo(Jokowi) melantik Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Menteri Investasi, dan Kepala BRIN di Istana Negara, Rabu(28/04/2021).

Jokowi Resmi Lantik Mendikbud Ristek, Menteri Investasi, dan Kepala BRIN
Img. Jokowi melantik Mendikbud RIstek, Menteri Investasi, dan Kepala BRIN | AP Photos

 

Mendikbud Ristek dan Menteri Investasi

Nadiem Makarim berkesempatan menjabat sebagai Mendikbud Ristek, sedangkan Menteri Investasi diduduki oleh Bahlil Lahadalia.

Sebagai informasi tambahan Jokowi menggabungkan Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Riset dan Teknologi menjadi satu dan membentuk kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi.

Pelantikan sesuai dengan keputusan reshuffle atau kocok ulang Kabinet Indonesia Maju sesuai perubahan nomenklatur beberapa lembaga.

Semua keputusan tersebut terdapat dalam Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 tertanggal Selasa (30/03/2021) lalu dan telah mengantongi restu DPR RI pada Rapat Paripurna pada Jumat(09/04/2021).

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Jokowi saat mengucap sumpah.

Posisis Mendikbud dijabat oleh Nadiem sejak 23 Oktober 2020 lalu. Bahlil sebelumnya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam dua kali periode masa jabatan Jokowi.

 

Kepala Badan Risen dan Inovasi Nasional

Di kesempatan yang sama, Laksana Tri Handoko dilantik juga menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). DUlunya Handoko menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kepala BRIN sebelumnya dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Ia juga menjadi Menristek sebelum Kemenristek dilebur dengan Kemendikbud.

Itu menjadikan BRIN berdiri sebagai lembaga negara di bawah Presiden.

Pemisahan BRIN dari Kemenristek sebenarnya sudah lama diusulkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 2019 lalu. Alasannya ini merupakan gagasan lama era Soekarno demi pembangunan yang berbasis inovasi.

Selain menteri dan Kepala BRIN, Jokowi juga mengambil sumpah anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru. Ia menunjuk Indriyanto Seno Adji menggantikan Artidjo Alkostar.

 

Baca juga: Isu Reshuffle Kembali Berhembus, Posisi Menteri Berikut Terancam Tergusur