Isu Reshuffle Kembali Berhembus, Posisi Menteri Berikut Terancam Tergusur

Lifepod.id - Bersamaan dengan perubahan nomenklatur kementerian, Presiden Joko Widodo dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet kembali.

Isu Reshuffle Kembali Berhembus, Posisi Menteri Berikut Terancam Tergusur
Img. Dokumentasi dimana Jokowi (Kiri) dan Wakil PResiden Ma'aruf Amin berfoto bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019) | JIBI/Bisnis - Amanda Kusumawardhani

 

Rencana perubahan nomenklatur kementerian ini sudah dikemukakan sejak 2019 lalu, bahkan sudah sempat dibahas dengan para menterinya.

Kementerian yang pasti diubah nomenklaturnya adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Dua kementerian ini akan dileburkan menjadi satu, mengakibatkan posisi Bambang Brodjonegoro akan terancam.

Penggabungan telah menjadi restu dari DPR RI pada pekan lalu juga restu dari parlemen untuk membentuk Kementerian Investasi.

“Peleburan dua kementerian, Kemendikbud dan Kemenristek, ini kan bongkar pasang. Dulu kan disatukan. Lalu dipisah.  Dan saat ini ingin digabungkan lagi. Jika ada peleburan tentu akan ada reshuffle,” terang Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai publik tidak akan mempermasalahkan latar belakang dari calon menteri yang dipilih nantinya terkait reposisi Kabinet Indonesia Maju Jilid II, sebab yang diutamakan adalah hasil kerjanya.

“Situasi saat ini membutuhkan sosok inovatif dan berani. Dan tak kalah penting, memiliki kemampuan terukur sebagai jembatan politik. Saya yakin Presiden cermat,” kata Azis, Minggu (18/04/2021).


Daftar nama menteri yang “terancam”

Sejumlah lembaga survei merilis beberapa daftar nama menteri yang memiliki kemungkinan untuk diganti, salah satunya yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO).

Survei oleh IPO dilakukan 10 Maret sampai awal April dengan melibatkan 1.200 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, tingkat sampling error 2,5%, dan tingkat akurasi data 97%.

Menteri dengan hasil kerja yang dinilai memuaskan dipegang oleh Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menjadi menteri dengan hasil kerja tidak memuaskan.

Disebut dua nama menteri yang bisa saja tergusur, yaitu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Kemudian, organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi, Jokowi Mania (Joman) menyebut lima nama menteri yang dinilai layak diganti, antara lain:

  1. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
  2. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil
  3. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate
  4. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
  5. Menteri Sekretaris Negara Pratikno

“Reshuffle ini penting agar menteri tidak bekerja sendiri-sendiri. Kita bisa lihat Menteri Lutfi, Presiden tak mau impor, lo, kok malah ngeyel impor. Begitu juga kasus subsidi pupuk yang tidak berdampak pada swasembada hasil pertanian,” ungkap Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer.
 

Baca juga: Seluruh Moda Transportasi Dilarang Beroperasi 6 hingga 17 Mei 2021

Baca juga: Supermarket-Radio Wajib Bayar Royalti Lagu, PP Jokowi Tuai Pro Kontra