Sederet Fakta Tentang Masjid terbesar di Jerman, Masjid Utama Koeln

Lifepod.id - Kota Cologne di Jerman mengatakan akan mulai mengizinkan masjid untuk mengumandangkan azan melalui pengeras suara.

Sederet Fakta Tentang Masjid terbesar di Jerman, Masjid Utama Koeln

Cologne, kota berpenduduk 1 juta, memiliki sekitar 35 masjid dan merupakan salah satu kota dengan komunitas Muslim terbesar di Jerman.

Pengumuman akan mengizinkan masjid untuk mengumandangkan azan tersebut, dikatakan oleh walikota Koeln Heinriette Reker hari senin (11/10/2021). Itu adalah kesepakatan terbaru yang dibuat antara pemerintah kota Koeln dengan komunitas muslim.

Kesepakatan itu diperbarui setiap dua tahun, tidak hanya berlaku untuk masjid utama, semua 35 masjid di Kota Koeln dapat mengumandangkan seruan azan lewat pengeras suara sampai lima menit setiap Jumat. Keputusan tersebut disambut baik oleh komunitas muslim di Koeln. Namun di media sosial kebijakan itu juga menuai kritik. Walikota Koeln Henriette Reker membela langkah itu.

"Ada banyak diskusi mengenai proyek #Muezzin-Ruf (seruan azan). Koeln adalah kota kebebasan dan keragaman," tulis Heinriette Reker di Twitter. "Mereka yang tiba di stasiun utama (Koeln) disambut oleh gedung katedral dan iringan lonceng gereja. Banyak warga Koeln yang beragama Islam. Mengizinkan panggilan azan bagi saya merupakan tanda hormat."

Berikut fakta menarik tentang masjid Koeln

Masjid terbesar di Jerman

Di Jerman ada sekitar 5 juta umat Islam, yang merupakan kelompok agama kedua terbesar setelah agama Kristen. Masjid utama di Koeln adalah masjid yang terbesar di Jerman, dan menjadi salah satu penanda kota dengan arsitekturnya yang unik.

Masjid ini berukuran 4500 meter kuadrat mampu menampung 1200 jamaah. Inilah yang membuat Masjid Koeln dianggap sebagai masjid terbesar di Jerman. Masjid yang dibangun oleh organisasi muslim Turki  DITIB ini dilengkapi perpustakaan, tempat kursus, ruang seminar, pusat olah raga, kantor serta pertokoan.

Nuansa oriental yang modern

Lyakanya MAsjid Sultan Ahmed di Turki, masjid di Koeln ini juga menghadirkan nuansa biru yang khas. Suasana modern terlihat lewat desain kaca-kaca yang menyatu di dinding. Kesan Islam yang modern juga tampak dari tulisan kaligrafi emas di masjid. Nama nabi penting di agama Yahudi dan Kristen turut ditoreh, di antaranya Abraham, Musa, Nuh dan Isa Almasih.

Perjalanan panjang hingga tegak berdiri

20 tahun warga muslim Turki di Koeln bermimpi mendirikan masjid ini. Rencana ini baru mulai terealisasi tahun 2009, namun sempat tersendat tahun 2011 karena munculnya penolakan warga anti imigran. Jajak pendapat yang dilakukan surat kabar lokal mengungkap 63% warga sebenarnya mendukung pembangunan masjid, namun 27% di antaranya ingin ukuran masjid diperkecil.

Tak lagi di pojok terpencil

Diperkirakan 4,7 juta umat Muslim, mayoritas berlatar belakang Turki, hidup di Jerman. Di Koln, kota berpenduduk sekitar 10 juta ini terdapat 70 masjid yang tersedia bagi sekitar 120 ribu umat Muslim. Biasanya masjid ini terletak di pojok terpencil. Namun berbeda halnya dengan masjid Koeln yang terletak di Ehrenfeld, sudut kota yang biasa dikenal sebagai salah satu pusat budaya di Koeln.

Donasi untuk Masjid

Biaya pembangunan masjid berkisar 30 juta Euro atau 450 miliar RUpiah. ⅔ diantaranya berasal dari sumbangan jamaah dan 884 organisasi Islam. Donasi juga datang dari Gereja Katolik St. Theodore yang khusus menggalang dana untuk membangun masjid ini.

Pembangunan masjid yang dirancang arsitek Jerman Paul Boehm itu sebagian dibiayai dari sumbangan dan sisanya dari otoritas urusan agama pemerintah Turki, DITIB. Masjid itu selesai dibangun tahun 2017, dan diresmikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungannya ke Jerman pada September 2018.

Rumah ibadah yang transparan

“Terbuka” dan “terang”, secuil komentar yang mendeskripsikan karya Paul Boehm itu. Bangunan masjid didesain transparan dengan menggunakan kaca yang menonjolkan pencahayaan natural. Masjid ini juga membuka diri untuk dikunjungi warga yang berbeda agama dengan tujuan menjembatani komunikasi antar agama di Jerman.

Menara yang menjulang di langit Cologne

Dua menara Masjid Koeln sempat menjadi topik perdebatan karena dianggap akan merubah citra kota dan “membayang-bayangi” menara Katedral Koeln. Gereja gotik tersebut diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia sehingga tata kota di sekitar katedral memang ahrus dijaga orisinalitasnya. Menara Masjid Koln dibangun setinggi 55 meter - atau ⅓ dari 157 meter ukuran puncak Katedral Koen.

Delapan syarat Masjid Koeln

Kursus bahasa Jerman bagi jamaah satu dari delapan syarat berbasisi integrasi yang diwajibkan agar masjid Koeln dapat dibangun. Para Imam juga harus mahir berbahasa Jerman, karena mereka dituntut untuk berkotbah dalam bahasa yang dimengerti semua pengunjung. Selain itu, persamaan perlakuan bagi perempuan dan laki-laki juga menjado poin  penting prasyarat tersebut.

Sumber : https://www.dw.com/id/suara-azan-boleh-berkumandang-di-koeln-setiap-jumat/a-59477244

Baca Juga : Nginep Seharga Kopi Susu, Backpacker Wajib Coba!

Baca Juga : 6 Sektor Pariwisata yang Gunakan PeduliLindungi

Baca Juga : Mengenal Kepulauan Cayman, Wilayah Surga Pajak