Perbandingan Kereta Cepat VS KA Argo Parahyangan Jakarta - Bandung

Lifepod.id - Sejak beberapa waktu lalu Kereta Cepat Jakarta Bandung jadi sasaran publik tanah air karena pembengkakan dana proyeknya yang mencapai 27 Triliun.

Perbandingan Kereta Cepat VS KA Argo Parahyangan Jakarta - Bandung

Hal lain yang dikritik adalah pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dinilai tidak efisien karena jarak kedua kota tersebut hanya sekitar 150 kilometer sehingga dinilai kurang efektif dari segi waktu maupun biaya operasional.  Nah berikut ini perbandingan plus minus jika menggunakan kereta cepat vs KA Argo Pahrayangan.

Stasiun Akhir dan Keberangkatan

Biasanya KA antar provinsi memiliki pemberhentian di stasiun besar yang biasanya terletak di pusat kota. KA Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Gambir ini memiliki tujuan akhir di Stasiun Bandung yang berada di Kecamatan Andir, tepat di jantung Kota Bandung.

Sedangkan Kereta Cepat Jakarta Bandung memiliki tujuan akhir di wilayah pinggiran Kota Bandung (Tegalluar) dan Bandung Barat (Padalarang). Sementara apabila berangkat dar Jakarta, calon penumpang harus ke Halim, Jakarta Timur.

 Waktu Tempuh

Kereta cepat Jakarta-Bandung tipe CR400AF kelak memiliki kecepatan maksimal mencapai 350 km/jam. Jadi kereta cepat Jakarta dan Bandung dapat ditempuh hanya dalam waktu 36 menit jika perjalanan tanpa henti (direct) dan sampai dengan 46 menit (non-direct).

Tentunya kecepatan CR400AF terbilang lebih unggul dari Argo Parahyangan yang mencapai 3 jam 14 menit. Terdapat lima stasiun pemberhentian KA Argo Pahrayangan yakni di Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar. Lalu ditambah dengan Stasiun Padalarang. Sementara jika menggunakan KA Argo Parahyangan, waktu tempuhnya mencapai sekitar 3 jam 15 menit dari Gambir sampai ke Stasiun Bandung. Bahkan apabila menggunakan KA Argo Parahyangan Excellence, waktu tempuhnya hanya 2 jam 50 menit.

Harga Tiket

Ada kualitas ada harga, kereta cepat Jakarta Bandung harga tiketnya dibanderol lebih tinggi daripada KA Argo Pahrayangan. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut akan dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas VIP, kelas 1, dan kelas 2 dengan harga tiket lebih dari Rp 300.000. Namun harga pastinya akan diumumkan setelah Kereta Cepat ini beroperasi.

Sementara untuk harga tiket KA Argo Parahyangan dibanderol berdasarkan kelasnya yakni ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Paling murah yakni Rp 85.000 untuk ekonomi dan kelas di atasnya yakni antara Rp 120.000-200.000.

Fasilitas

Kereta Cepat tentu lebih memadai. Kereta cepat memiliki desain interior maupun eksterior yang disesuaikan dengan budaya Indonesia dan dinggap akan menjadi transportasi massal ramah bagi difabel, bayi, lansia, dan ibu hamil. Terutama Passenger With Reduce Mobility untuk difabel karena terdapat fasilitas kursi penumpang yang dilengkapi tempat menyimpan kursi roda maupun toilet yang didesain khusus bagi kemudahan mobilisasi kursi roda.

Dari sisi kenyamanan CR4OOAF memiliki cabin noise lebih rendah jadi mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal.Lebih dari itu, CR400AF sengaja dirancang khusus memiliki dua sistem emergency brake yang menawarkan tingkat keamanan untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human error.

Baca Juga : 4 Faktor Pemicu Bengkaknya Anggaran Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hingga Rp 27 Triliun

Baca Juga : Jakarta Diprediksi Tenggelam pada 2050, Melarang Penggunaan Air Tanah adalah Solusi ?