Waspadai Migrain Akibat Stress dan Cara Penanganannya

Lifepod.id - Sakit kepala yang timbul ternyata tidak hanya berasal dari penyakit saja, tetapi juga bisa dipicu oleh faktor lainnya seperti stress.

Waspadai Migrain Akibat Stress dan Cara Penanganannya
Img. Waspadai gejala yang timbul akibat stress yang berpengaruh pada kesehatan | Fotosearch

 


Stress tidak hanya menyerang kepada kesehatan mental, tetapi juga bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut dan nyeri pada bagian tubuh.

Dilansir dari Insider, berikut Lifepod rangkum informasi migrain yang berasal dari stress, cara mencegah, sekaligus cara menanganinya.


Mengapa stress bisa memicu migrain?

Menurut American Migraine Foundation, sekitar 70% dari penderita migrain mengaku jika stress adalah pemicu sakit kepada mereka.

Kondisi tersebut memang terjadi sebab ada orang dengan kecemasan dan kondisi kesehatan mental berada pada risiko tertinggi sehingga mengalami migrain.

Bila seseorang mengalami tekanan seperti stres memikirkan masalah finansial, karir, atau mendapat tekanan di tempat kerja sangat memungkinkan dia mengalami nyeri kepala ini.

Selain itu, serotonin kimiawi juga dianggap sebagai salah satu penyebab migrain akibat stress. Serotonin merupakan hormon pengontrol suasana hati, termasuk tingkat kecamatan.

Tingkat serotonin rendah dikaitkan dengan suasana hati yang rendah pula sedangkan kadar kecemasannya malah meningkat.

Ada hormon lainnya yaitu kortisol yang berhubungan stress. Tingkat stres yang tinggi menyebabkan kadar kortisol meningkat.

Jika ada peningkatan kortisol akibat stress dan terjadi penurunan pada kabar serotonin akan menyebabkan seseorang mengalami migrain.

 

Gejala migrain akibat stress

Nyeri migrain antara migrain biasa dengan stress yang terasa memang tidak jauh berbeda, namun ada gejala fisik yang terasa. Contohnya seperti nyeri di perut, otot tegang, dan kelelahan.

Selain itu pada segi mental juga berpengaruh, jadi mudah gelisah dan cemas.

 

Baca juga: Menstruasi Datang Terlambat? Waspada 7 Penyebab Dibaliknya!


Tahap migrain akibat stress

Tahap awal disebut dengan prodome yang umumnya terjadi beberapa jam sebelum migrain karena stress berlangsung, meliputi:

  1. Mudah marah
  2. Kelelahan
  3. Otot kaku
  4. Sulit berkonsentrasi

Kemudian, seseorang juga kemungkinan mengalami aura yang berkaitan dengan penglihatan. Tahap aura adalah:

  1. Titik buta
  2. Melihat garis atau bentuk geometris
  3. Melihat kilatan cahaya
  4. Kesemutan

Setelah itu, tahap yang paling parah adalah migrain akibat stress itu sendiri yang bisa berlangsung hingga 72 jam.

  1. Sakit kepala berdenyut
  2. Mual atau muntah
  3. Kepekaan terhadap cahaya dan suara meningkat

Ada tahap pasca migrain yang disebut dengan migrain hangover. Ciri-ciri dari tahap ini antara lain:

  1. Sakit kepala ringan
  2. Perubahan mood
  3. Kelelahan


Cara mengatasi migrain akibat stress

  1. Mengonsumsi obat nyeri, seperti Advil, Motrin, Tylenol, atau Excedrin.
  2. Mengonsumsi obat migrain seperti triptan, gepants, dan ditans.
  3. Bila mengalami mual atau mudah, bisa mengonsumsi obat antimual.

Alternatif selain menggunakan obat-obatan dan membantu agar lebih nyaman bisa melakukan:

  1. Berdiam diri ruangan atau tempat yang tenang dengan pengurangan cahaya dan kebisingan.
  2. Meletakkan es baru di area kepala atau pelipis.
  3. Mengkonsumsi air agar menghindari dehidrasi.

Bila mengalami migrain dengan frekuensi yang lebih sering hingga tiga atau empat kali dalam sebelumnya, migrain yang tak kunjung sembuh, dan bila obat sudah tidak efektif bekerja lebih baik melakukan konsultasi ke dokter agar mendapat penanganan lebih tepat.


Pencegahan stress

  1. Meditasi
  2. Mempraktikkan mindfulness atau kesadaran
  3. Yoga
  4. Olahraga
  5. Mencukupi waktu tidur tujuh hingga delapan jam dalam sehari


Baca juga: Tak Hanya Protokol 3M, Lakukan 3 Hal Berikut agar Terhindar dari COVID-19